Selasa, 15 Desember 2015

Pengguna Smartphone

Bersama, tapi memang tidak bersama. Semua seakan sibuk dengan diri sendiri. Di ruangan kelas, di tempat ngumpul biasa, tidak peduli satu sama lain. Ya, semua sibuk dengan gedgednya masing-masing, sibuk mengutak atik smartphone-nya, membalas pesan di media sosial dan memikirkan status apa yang akan di tulis pada medsos-nya nanti

Kita tak sempat lagi untuk bicara, berdiskusi tentang segala hal, kita sudah termakan 'sihir' oleh teknologi itu. jika di kebersamaan itu ada peluang dan harapan, mungkin peluang dan harapan itu tidak akan pernah kita dapatkan. Percayalah, dikebersamaan itu, setiap pasti ada peluang dan harapan. Setidaknya kita bisa mendapatkan ilmu dan informasi yang kita dengarkan lewat diskusi-diskusi bersama sahabat-sahabat.

Terutama soal jodoh, barangkali lewat pengumpulan dan diskusi-diskusi bersama teman-teman inilah akan terbuka pintu rezeki dan jodoh buat kita. Siapa tahukan itu semua, kita tidak bisa memungkirinya. Dengan banyak teman dan luasnya pergaulan kita, setidaknya itu bisa memudahkan kita dalam melakukan berbagai hal. 

Kini, baik itu di kendaraan umum, di kelas, bahkan makan bareng pun kita seakan tidak memedulikan disekitar, kita hanya berfokuskan ke smartphone. Lantas kapan kita bersilaturahmi bersama kerabat-kerabat dan teman kita? Bukankah sudah kita ketahui manfaat silaturahmi itu seperti apa. Meski di dunia maya kita bisa saling bersilaturahim tapi adakalanya bertatap secara langsung itu lebih baik.


Inilah manfatnya silaturahim. Tapi jika silaturahminya saling berdiam diri, seperti yang sudah saya sebutkan diatas, semua pada sibuk dengan gedgetnya masing-masing, maka bisa kita katakan berbagai kesempatan akan hilang. Bukankah bertemu dan bertatap muka secara langsung lebih baik daripada lewat apalah semacam internet dan jejaring sosmed. 

Walaupun itu sudah tidak bisa dipungkiri lagi. Hampir segala aktivitas dikehidupan kita, tak lepas dari namanya teknologi. Terlebih pada smartphone yang selalu kita bawa kemana-mana. Tak peduli di keramaian atau pun  dikesendirian, selalu saja kita pegang dan pake terus-menerus. Walaupun tidak semua orang begitu, tapi realita lapangannya memang seperti itu. tak ada lagi yang namanya bersenda gurau, berdiskusi. Jikapun ada, itu hanya sedikit.
 
Saya bukan menyalahkan. Tapi saya hanya menyampaikan ide dan pandangan saya terhadap penggunanaan teknologi saat ini. Bayangkan kita susah sekali dikeramaian, orang sudah tidak mau lagi berbicara, sibuk dengan smartphonnya.

Ada banyak hal yang ingin kita bicarakan, ada banyak tema yang ingin kita diskusikan. Jika tak ada lagi seperti itu, kita bisa menyaksikan bangsa ini beberapa puluh tahun ke depan. Ya, kita akan menyesal, karena telah mengabaikan semua ini. Bagi saya, sibuk dengan gedget boleh, tapi setidaknya luangkanlah waktu untuk bicara, diskusi dan saling kunjung mengunjungi.








Share: 

0 komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda