Tampilkan postingan dengan label Perjalanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perjalanan. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Juli 2017

Tujuh Kota Indonesia yang Pernah Dikunjungi

Saya suka sekali dengan namanya traveling atau perjalanan. Kalo sudah pergi ke suatu tempat, maka sudah barang tentu saya akan menuliskan pengalaman itu di blog pribadi saya ini. Alhamdulillah saya bisa berkesempatan untuk bisa pergi daerah-daerah provinsi-kota yang ada di Indonesia ini dengan gratis.

Share: 

Minggu, 30 Juli 2017

Jumat, 17 Juni 2016

Catatan ke Sungai Adong

Jumat 03 Juni 2016

Hari ini ayah akan datang ke Kota Pontianak, sudah bisa diketahui, pasti dari Sungai Kakap. kedatangannya hanya untuk mengunjungi anak adiknya yang akan melaksanakan resepsi pernikahannya pada tanggal 4-5 Juni 2016 di Sungai Adong, Kabupaten Kubu Raya.

Karena sudah menjadi rencana kami sepekan sebelumnya, bahwa aku akan menjemput ayah di Sungai Kakap dan langsung menuju ke Sungai Adong dengan menggunakan sepeda motor yang aku pinjam dari seorang teman.


Share: 

Senin, 22 Februari 2016

Jalan-jalan di Kota Palu

Berkaca pada pengalamaan dan di pertengahan bulan Mei 2015 lalu. Alhamdulillah saya bisa mendapatkan kesempatan untuk jalan-jalan ke kota Palu Sulawesi Tengah. Sebenarnya, dulu ini sebenarnya pernah saya tulis. Tapi hanya gambaran sedikit saja. Saya akan menceritakan sedikit pengalaman saya, ketika berada di kota Palu.


Pantai Tanjung Karang

Share: 

Senin, 08 Februari 2016

Selfie di Pantai Temajok

Ini foto2 saat saya berada di temajok kecamatan Paloh kabupaten Sambas provinsi Kalbar. Sebuah pantai yang terletak di utara provinsi kalimantan barat, Indonesia. Ditempat ini, begitu banyak digunakan sebagai lokasi untuk mahasiswa2 seluruh Indonesia untuk kegiatan Kuliah Kerja lapangan.

Pernah juga di daerah ini di pake pada beberapa kampus, KKL kebangsaan bagi seluruh mahasiswa yang ada di Indonesia.
Share: 

Sabtu, 02 Januari 2016

Ekspedisi Ke Kampung Arang

Memang tidak ada habis-habisnya Club Menulis IAIN Pontianak, meneliti dan menulis. Setelah beberapa waktu lalu Ekspedisi ke Kabupaten Sintang, Kalbar. kini Sabtu, 2 januari 2016 menjelajahi seputaran Sungai Kapuas. Tepatnya di Kampung Arang, Kabupaten Kubu Raya.

Share: 

Jumat, 01 Januari 2016

Ke Istana Presiden

2015. Alhamdulillah. Baru. Ketika semuanya berawal dari nol. Serba baru. Dapat kawan baru. Cerita baru. Pengalaman baru. Dan bahkan akun facebook ini juga baru setelah yang lama (Rahmat Firdaus) di hapus total. Insya Allah akan berubah dengan cara yang baru. Sikap baru dan semuanya di perbarui. Pontianak, 12 Juli 2015.


Share: 

Selasa, 29 Desember 2015

Jadi Orang Sambas (KKL 9)

Hari pertama memang belum biasa. Teman-teman juga merasakan hal yang demikian. Ada yang tidak betah dan ada yang terlihat biasa-biasa saja. Karena selain mereka ada yang belum terbiasa meninggalkan rumah, namun begitu banyak yang sudah rileks dan santai di hari pertama datang pada agenda Kuliah Kerja Lapangan (KKL). 

Kelompok kami yang gokil.

Share: 

Kamis, 05 November 2015

Perjalanan ke Jakarta dan Bogor

Merawat Kenangan. Inilah disaat saya terpilih sebagai peserta PCTA 2015. Sebagai juara 1 Provinsi dan dengan begitu, berhak untuk mempresentasikan karya tulis saya di depan Profesor. Ada lima Profesor yang akan menguji saya. Kebetulan lokasi presentasinya di Museum listrik TMII. Adapun jumlah peserta berjumlah 34 orang, sesuai perwakilan di Provinsi masing-masing. Dan ini hanya juara 1 saja yang berhak berangkat ke Jakarta.

 

Share: 

Kamis, 16 Juli 2015

Membaca Yasin di Laut


Saat mengikuti lomba yang di adakan oleh Kemenag RI. Acara yang di ikuti oleh seluruh Perguruan Tinggi Islam Negeri di seluruh Indonesia atau dapat juga dikatakan sebagai ajang yang berlevel tingkat nasional. Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) ke VII. Even yang di adakan 2 tahunan ini mengisahkan banyak sekali pengalaman dan cerita untuk di bagi pada tulisan saya kali ini. 

Acara yang dilaksanakan pada tanggal 18-24 Mei 2015 di IAIN Palu Sulawesi Tengah. Namun sebelum acara pembukaan dimulai, pada sore Minggu 17 Mei 2015, saya dan kawan-kawan di ajak oleh dosen pembimbing atau yang disebut dengan tim official dari masing-masing cabang lomba, di ajak untuk menghadiri pembacaan surah Yasin.

Dalam hati rada bingung. Bertanya. Baca Yasin? Iya. dimana pak? Di Pantai Palu. Wah, saya tergirang bukan main. Sebab ingin sekali dan penasaran seperti apa dan bagaimana suasana pembacaan Surah Yasin tersebut. Belum lagi katanya, ini merupakan bentuk dari pemecahan rekor MURI Indonesia bahkan di dunia. 

Pembacaan Surah Yasin berlangsung setelah sholat ashar hingga selesai. Momen yang di gagas oleh kemenag RI ini langsung di pimpin oleh bapak Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin. Sebelum kedatangan pak menteri, banyak warga dari berbagai latar yang duduk di sekitaran sepanjang Pantai Taman Ria Palu. Mereka duduk berjejeran kurang lebih 4 sampai 5 km panjang pantai. Mereka kebanyakan dari majelis ta`lim, pelajar, mahasiswa, masyarakat sekitar serta dari berbagai perguruan tinggi agama Islam Negeri se Indonesia. Juga tak lupa di hadiri oleh para pejabat di Kota Palu dan Provinsi Sulteng serta Rektor IAIN Palu beserta jajarannya.

Saya melihat ini sungguh unik dan menarik. Sebab, persatuannya masyarakatnya sangat kuat. Apalagi dengan sikap warga yang sangat hormat kepada orang lain. Warga disini sangat ramah. Kami disambut dengan ramah. Terbukti dengan kedatangan bapak Menteri Agama, semua orang diajak untuk duduk. Apalagi pas kami dari rombongan IAIN Pontianak berjalan, ada salah seorang yang naik motor sambil dia bilang "duduk-duduk, pak menteri sudah datang. Spontan kami juga duduk.

Mengenai baca Surah Yasin, saya beranggapan bahwa inilah pertama kalinya saya lihat orang membaca al-Quran di tepian pantai dengan begitu banyaknya orang hingga puluhan ribu orang. Saya beranggapan ini sebagai ajang silaturahmi dan berkumpul sesama kawan-kawan di seluruh Indonesia. Sesambil membuka dan membaca al-Quran Atau bisa juga saya sebutkan dengan membaca Surah Yasin di laut. 

Video yang berhasil saya abadikan. Walau hanya sedikit tapi ini bisa menjadi bukti pembenarannya.



Share: 

Kamis, 02 Juli 2015

Kontingen IAIN Pontianak di Palu, Sulteng

Catatan Dari Palu
Sungguh benar dugaan saya waktu mengikuti tes PIONIR VII 2015 di kampus IAIN Pontianak. Dugaan yang tak perbah meleset sekalipun, bahwa saya akan lulus berangkat ke Kota Palu, Sulawesi Tengah tanggal 16-25 Mei 2015. Penuh rasa suka dan duka, ketika saat-saat mengikuti pelatihan karya tulis ilmiah, hingga saat ikut seleksi untuk para peserta yang akan berangkat.

Share: 

Rabu, 24 Desember 2014

Keraton Kerajaan Kesultanan Tanjungpura di Kabupaten Ketapang, Kalbar

Keraton Kerajaan Kesultanan Tanjungpura di Kabupaten Ketapang, Kalbar

Keraton Kerajaan Matan merupakan istana kesultanan Tanjungpura/Kesultanan Kerajaan Matan, kesultanan tertua yang terdapat di Provinsi Kalimantan Barat. Keraton ini berada dalam wilayah administratif Kelurahan Muliakarta. Selain itu, keraton ini juga dikenal dengan nama Istana Penembahan Gusti Miuhammad Saunan, yang diambil dari nama salah seorang sultannya yang terkenal dengan kewibawaan dan kecerdasannya.
 
Keraton Kerajaan Matan pertama kali dibangun oleh Pangeran Perdana Mentri yang bergelar Haji Muhammad Sabran, sultan ke-14 kesultanan Tanjungpura, yang bertahta dari tahun 1845 sampai dengan tahun 1924. Namun, keraton ini terus mengalami renovasi dan rekonstruksi beberapa kkali, sehingga menjadi seperti yang terlihat pada saat ini. 


Share: 

Senin, 03 November 2014

Sabtu, 20 September 2014

Bangunan Saksi Sejarah Kubu Raya


                                                   Melihat  Syarif Al Idrus dan Istanya
Catatan sejarah mengenai Kubu Raya seperti tertinggal pada satu bangunan tua berupa istana yang didirikan oleh Syarif Al Idrus, seorang penyebar agama Islam dari Ar-Ridha Trim Hadramaut. Syarif yang mengarungi lautan bersama 45 orang rekan dan tiba di Kubu Raya pada 17 Ramadhan 1144 Hijriah (1720M).

Rombongan Syarif Al Idrus sempat berlabuh di Palembang, Semarang, Sukadana dan Mempawah. Akhirnya, mereka  mendirikan perkampungan baru di daerah Suka Pinang.

Kampung ini juga di diami penduduk Dayak dan berkembang pesat dibidang perdagangan. Kemudian kampung ini di pindahkan ke daerah Kubu saat ini,

Nama Kubu sendiri diambil karena saat itu memang dibangun Kubu pertahanan dari kayu dan galian tanah, untuk menghindari musuh dan gangguan dari bajak laut.

Benteng pertahanan ini cukup ampuh menahan serangan musuh, sehingga penduduknya menjdi lengah dengan kekuatan bentengnya. Suatu ketika, raja Syarif Id idrus tewas akibat serangan ta kerajaan siak.

Putra mahkota, Syarif Muhammad, menduduki tahta dan melanjutkan pengakuan pada pemerintahan Belanda, seperi yang dilakukan Syarif Id Idrus.

Saudara kandungnya, Syarif Alwi bin Id Idrus, menyatakan tidak setuju atas kejadian tersebut dan meninggalkan kota Kubu menuju gunung Ambawang. Bersama rombongannya.

Secara terang-terangan ia mengibarkan bendera Inggris sebagai pernyataan menentang Belanda. Syarif Alwi dikejar-kejar Belanda, hingga ia sampai dan mendiami daerah jajahan Inggris di Serawak.

Sementara itu kerajaan kerajaan Kubu tetap di bawah jajahan Belanda. Raja terakhir Kubu, Syarif Hasan, pada zaman Jepang diangkat menjadi ketua bestuur Komite.

Setelah Jepang bertekuk lutut pada sekutu, Syarif Hasan dipilih rakyat menjadi self Bestuur kerajaan Kubu pada 1949-1958. Kerajaan Kubu kemudian berakhir dan diserahkan kepada Pemerintahan Republik Indonesia.

Bangunan istana ini menjadi saksi sejarah yang merekam jejak perkembangan Kubu Raya. Lokasi istana berada di kecamatan Kubu dan Teluk Pakedai.




Meski tampak sudah rapuh, arsitektur bangunan masih menampilkan kejayaan istana, yang menjadi daya pikat bagi para pelancong yang datang. Kebanyakan dari etnis Melayu, yang sering berkunjung dan berziarah ke situs wisata bersejarah di kerajaan Kubu itu.

Istana ini juga menjadi satu situs sejarah yang tertua dan mampu mengundang para peneliti sejarah dari luar negeri. Terutama mereka yang ingin melihat perkembangan agama Islam dan budaya Melayu. 

(Sumber: Koran Pemred Pontianak edisi selasa 16 September 2014)



Share: