Rabu, 26 Oktober 2016

Enam Film Indonesia yang Syuting di Kalbar

Deretan film-film nasional Indonesia yang pernah syuting di Kalbar. Ada beberapa film yang pernah syuting di Kalbar dan ada juga yang menceritakan tentang daerah Kalbar itu sendiri. Sebut saja tentang  Pontianak dan perbatasan.

Keasrian dan kenaturalan wajah Kalimantan barat, kini menjadi gaya tarik tersendiri oleh para pelaku entertaiment khususnya mereka yang bergerak di industri perfilman.


 Baiklah tanpa perlu panjang lebar lagi, langsung saja kita bahas, apa-apa saja deretan film tersebut: 

Tanah Surga (2012)
film layar lebar yang berjudul "Tanah Surga" yang dibintangi oleh beberapa artis film seperti Dedy Mizwar, Agus ringgo rahman, Astrid, Aa Braja Musti juga melakukan syuting film di lokasi Kalimantan Barat. 

Syuting film Tanah Surga sudah dimulai, yang mengambil di lokasi SDN 40 Teluk Lais kecamatan Tayan kabupaten Sanggau 

Bulan Terbelah Di Langit Amerika 2 (Desember 2016)
Kota Singkawang dengan keberagamannya tersebut ternyata menjadi tempat yang menarik bagi sineas sineas Indonesia untuk mengambil gambar di film mereka. Beberapa film Indonesia pun pernah melakukan syuting di Kota Seribu Klenteng ini, apa saja?

Baru-baru ini film besutan sutradara kondang Rizal Mantovani yaitu Bulan Terbelah Di Langit Amerika 2 melakukan syuting di Kota Seribu Klenteng.      

Bulan Terbelah Di Langit Amerika 2 ini dibintangi  dibintangi Acha Septriasa, Nino Fernandez, Abimana Aryasatya, Rianti Cartwright.      

Film Bulan Terbelah di Langit Amerika Part 2 sendiri akan melanjutkan kisah Hanum dan Rangga.

Doa Untuk Cinta (Julia Perez) (2016)
Artis sinetron dan penyanyi Julia Perez pernah berada di Singkawang untuk melakukan syuting film. Di akun Instagram miliknya, Jupe panggilan akrabnya ini memosting dua kali yang pertama video singkat dan yang kedua foto saat dia hendak syuting di Tugu Naga Singkawang.

Di dalam foto tersebut terlihat Jupe berdiri dengan lawan mainnya dan kru film membawa clipboard sebuah produksi film atau sinetron berjudul "Doa Untuk Cinta".

Pontien  Pontien (Dewi Rezer, Jajang C Noer) 2016
Pada awal 2015, syuting pertama film Pontien dilakukan di Singkawang.
Film horor yang berkisah tentang cerita sejarah Pontianak ini dibintangi oleh Dewi Rezer, Jajang C Noer, Teuku Riffu dan Nur Jihan.

Dewi Rezer ditanya mengapa mau ikut dalam pemain film horor tersebut, karena menceritakan tentang sejarah Pontianak, dan juga ada cerita masalah lingkungan.

Sehingga dirinya memberanikan diri. "Saya baca cerita film-nya tentang sejarah Pontianak dan lingkungan, makanya sedikit tertarik," ucapnya. 

Destiny (Dewi Yull) 2016
Film garapan dua rumah produksi Malaysia Indonesia ini sedang masuk dalam tahap syuting.
Dikutip dari Madingkita.com, Kalbar juga termasuk dalam lokasi pengambilan gambar, yaitu di Singkawang dan Pontianak.

Adapun artis yang meramaikan film ini adalah. Egi Fedly, Dewi Yull, Monica Oemardy, Marcell Darwin.
Sebelumnya film ini sudah syuting di Jakarta, Bangka-Belitung, Kuala Lumpur, dan Kinabalu. 

Batas (2011)
Artis Marcella Zalianty akhirnya merasakan kepuasan tersendiri setelah film 'Batas' hasil ide dan garapannya bersama sutradara Rudi Soedjarwo selesai bulan ini. Marcella yang bertindak sebagai produser dalam film itu pun berbagi pengalaman tinggal di daerah perbatasan Entikong, Kalimantan Barat.

Syuting di dusun-dusun di Kalimantan. Sebagian dusun nggak ada dermaga, naik motor sangat sulit. Banyak masukan untuk para pekerja film, tidak mungkin semua bolak balik dengan keadaaan jalan yang tidak bagus.

Istri pembalap nasional Ananda Mikola tersebut juga mengaku kesulitan mendapatkan sinyal telekomunikasi saat berada di lokasi syuting. Bahkan untuk tidur, para kru film menggunakan tempat tidur lipat.

Menurut Marcella, film 'Batas' tidak terinspirasi dari film 'Laskar Pelangi'. Film yang memakan waktu syuting kurang dari satu bulan tersebut lebih memperlihatkan kondisi masyarakat di wilayah perbatasan.

"Film ini bukan film pendidikan, tapi film ini memperlihatkan bagaimana kondisi masyarakat terpencil di wilayah perbatasan. Masyarakat Indonesia bisa menonton film ini agar tahu keadaaan kondisi lain di luar sana," katanya.

Diolah dari berbagai sumber
Share: 

0 komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda