Kalimantan selalu mendapat tempat yang khusus dalam bayangan
orang Barat; hutanlebat, orang hutan dan pemburu kepala (head hunters). Pulau Kalimantan, pulau terbesar ketiga di dunia
setelah Greenland dan Papua, terletak ditengah-tengah kepuluana Nusantara.
Kalimantan adalah sebuah dataran yang tidak rata dengan hutan tebal, dilalui
oleh sungai-sungai seperti Kapuas, Mahakam, Rejang, Baram dan Barito (hal. 1).
Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan
Jumat, 31 Maret 2017
Senin, 13 Maret 2017
Mahasiswa Setengah Dewa
Unknown //
Senin, Maret 13, 2017 //
Buku
5
Waw, ini buku yang saya
dapati tak kala mana disaat sedang berkunjung ke Perpusda Kalbar. Sebuah buku
yang bakal bikin melejit semangat kita dalam berusaha dan berkarya. Dilihat
dari judulnya sudah kita ketahui bahwa buku ini emang diperuntukan bagi mahasiswa-mahasiswa
dan calon mahasiswa.
Jumat, 16 Desember 2016
Sabtu, 10 Desember 2016
Orang Bugis di Sungai Kakap, Kalimantan Barat
Unknown //
Sabtu, Desember 10, 2016 //
Buku
5
Buku Orang Bugis di Sungai Kakap Kalimantan Barat ini menggambarkan keadaan
orang Bugis perantauan yang tinggal di Sungai kakap, Kalimantan Barat. Mereka
hidup di ruang sosial bersama masyarakat Melayu dan Dayak, yang memiliki
rivalitas etnis yang kuat.
![]() |
| Dokumentasi pribadi. Buku Orang Bugis di Sungai Kakap, Kalimantan Barat. Cover buku tampak dari depan |
Kamis, 17 November 2016
Pontianak Masa Kolonial
Unknown //
Kamis, November 17, 2016 //
Buku
8
Pontianak Masa Kolonial
Penulis Hasanuddin 271 halaman
Buku ini menceritakan tentang Pontianak sebagai pusat pemerintahan dan perdagangan di Kalimantan Barat melalui proses sejarah yang sangat dinamis, ketika terlibat dalam suatu lintas territorial dan interkasi lintas budaya terutama hubungan Arab, Bugis, Melayu, dan Cina telah memberi warna pada ideology dan sistim politik Kerajaan Pontianak, dan juga munculnya pengaruh Kolonial Belanda telah membawa dampak sosial, politik, ekonomi dan budaya. Eksploitasi Pemerintah Belanda melahirkan perubahan–perubahan baru dalam hubungan ekonomi, kekuasaan dan social. Terdapat interelasi yang dinamis antara perubahan struktur politik dan ekonomi terhadap perubahan social masyarakat di Pontianak dalam berbagai level.
Penulis Hasanuddin 271 halaman
Buku ini menceritakan tentang Pontianak sebagai pusat pemerintahan dan perdagangan di Kalimantan Barat melalui proses sejarah yang sangat dinamis, ketika terlibat dalam suatu lintas territorial dan interkasi lintas budaya terutama hubungan Arab, Bugis, Melayu, dan Cina telah memberi warna pada ideology dan sistim politik Kerajaan Pontianak, dan juga munculnya pengaruh Kolonial Belanda telah membawa dampak sosial, politik, ekonomi dan budaya. Eksploitasi Pemerintah Belanda melahirkan perubahan–perubahan baru dalam hubungan ekonomi, kekuasaan dan social. Terdapat interelasi yang dinamis antara perubahan struktur politik dan ekonomi terhadap perubahan social masyarakat di Pontianak dalam berbagai level.
Sabtu, 05 November 2016
Senin, 23 November 2015
Resensi Buku Poros Maritim
Unknown //
Senin, November 23, 2015 //
Buku
0
Sebuah buku yang saya beli ketika pulang dari lomba menulis di Jakarta, pertengahan bulan September 2015 lalu. Tapi ini belinya di salah satu toko buku yang ada di Pontianak. Buku yang ditulis oleh Benhard Limbong ini menceritakan tentang kekayaan alam laut Indonesia. Buku yang diterbitkan oleh Pustaka Margaretha pada tahun 2015 ini, secara gamblang menggambarkan isi laut negeri ini.
Senin, 16 Februari 2015
Kitab Berladang
Unknown //
Senin, Februari 16, 2015 //
Buku
0
Potret Islam hybrid Pada Suku Asli Masyarakat Pedalaman Kalimantan Barat
Ketika saya mengikuti pertemuan di Club Menulis IAIN Pontianak. Pertemuan biasa di club setiap minggunya. Pada saat itu, pak Dr Yusriadi sedang memberikan ilmu dan pemaparannya tentang kiat-kiat menulis buku yang baik dan bermanfaat. Ketika Itu, saya mendapati banyak buku sekardus disamping bawah kursi saya. Spontanitas saya ambil buku itu. Dan bukunya saya buka dan langsung saya baca.
Sebenarnya buku ini tidak untuk dibagikan karena buku ini akan diberikan pada orang yang akan berkunjung di kampus IAIN Pontianak nanti. Tapi sudah terlanjur saya buka dan di pegang, kata Pak Yus: "ya sudah tak mengapa, itu rezeki kamu Mat". Beliau memberikan pada saya buku ini. "Alhamdulillah makasih ya Pak". Buku yang di tulis oleh Pak Faisal Amin ini menggambarkan tentang isi kitab berladang yang diterbitkan oleh STAIN Press tahun 2013 dengan tebal 175 halaman.
Paling Banyak Dibaca
-
Ini adalah cerita tentang bagaimana pengalaman saya nonton film. Saya nonton bukan hanya di TV atau bioskop tetapi banyak situs-situs film...
-
Agak berat pembahasan kali ini, tapi setidaknya saya bisa berbagi tentang berbagai hal yang bisa saya ketahui. Terutama pada bidang filsafa...
-
Siang tadi saya ditelpon oleh seorang sahabat agar saya harus datang juga segera di kampus. Saya mengiyakan dan akan datang di kampus. s...
-
Deretan film-film nasional Indonesia yang pernah syuting di Kalbar. Ada beberapa film yang pernah syuting di Kalbar dan ada juga yang men...
-
Sebagaimana yang diketahui bahwa memajukan kesejahteraan umum merupakan salah satu tujuan nasional negara Republik Indonesia. Tujuan u...
-
Nenek moyang bangsa Nusantara telah memahami, menghayati arti dan kegunaan laut sebagai sarana untuk menjalin berbagai kepentingan ant...
-
Akhir-akhir ini saya dapati berbagai macam pesan yang masuk di HP saya. Baik itu di WA, SMS, chat di facebook, dan juga di twiter saya. ...
-
Pontianak adalah ibukota provinsi Kalimantan Barat , Indonesia . Kota ini dikenal sebagai Kota Khatulistiwa karena dilalui garis k...
Halo nama saya Rahmat Menong. Suka Menulis. Twiter: @RahmatSPL. Email: firdausrahmat727@gmail.com. Diberdayakan oleh Blogger.






