Rabu, 17 Februari 2016

Semuanya Karena Uang (1)

Bukan apa. Atau punya maksud tertentu dalam menuliskan ini, tapi saya ingin sampaikan kepada kalian yang merasa cukup, udah tenang dalam hidupnya karena sudah pasti dan pasti dikirimkan uang oleh orangtuanya. Saya tidak membandingkan dan saya tidak sok-sok-an. Apalagi merasa sombong. Tapi, perlu kalian ketahui, inilah, ya, mau-mau saya-lah mau tulis apa di blog ini. Terserah kalian mau baca atau tidak.

Sumber Gambar Disini

Atau dengan menulis ini, saya ingin berharap belas kasihan pada kalian? Tidak. Tidak sama sekali. Saya melobi ke bendahara kampus IAIN Pontianak, untuk diperpanjang dalam pembayaran daftar ulangnya. Sebetulnya, saya tak ingin pergi kesana, tapi dikarenakan saya diajak oleh teman sekelas, jadilah saya langsung mempertanyakan perihal nasib kuliah saya ini.

Tanya punya jawab. Dia bilang gak bisa, langsung aja buat kartu cuti belakangmu sana, kenapa tidak daftar ulang mang, sedari kemaren2? Kan udah diberi tenggang waktu beberapa hari di fakultasmu. Kenapa tidak juga masih bayar? Atau kan kamu punya teman sekelas, kenapa tidak dimanfaatkan untuk meminjam uang, punya teman gak oh sih?

Hehehe. Ya, udah kalo udah ditakdirkan cuti, saya cuti kuliahnya, perlu kalian tahu, saya tak akan tinggal diam dengan perihal ini, pasti dan pasti akan saya perjuangkan semuanya. Jikalaupun saya benar2 cuti dan di DO oleh kampus, tentu akan sangat senang bagi saya, karena sudah hilang beban skrispsi. Ya, inikan saya lagi buat skripsi, kok malah harus dicuti?

Baiklah.

Baikalah.

Baiklah.

Da.

Baiklah.

Dan semuanya ini karena uang.

Share: 

1 komentar:

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda