Bersama, tapi
memang tidak bersama. Semua seakan sibuk dengan diri sendiri. Di ruangan kelas,
di tempat ngumpul biasa, tidak peduli satu sama lain. Ya, semua sibuk dengan
gedgednya masing-masing, sibuk mengutak atik smartphone-nya, membalas pesan di
media sosial dan memikirkan status apa yang akan di tulis pada medsos-nya
nanti
Selasa, 15 Desember 2015
Kamis, 10 Desember 2015
Nelayan Tradisional
Sebagaimana yang telah kita ketahui sebelumnya adalah tentang nelayan-nelayan tradisional. Hidup dengan mengandalkan hasil laut. Apa-apa dari laut. Laut baginya adalah anugerah yang harus disyukuri dan di manfaatkan semaksimal mungkin.
Senin, 07 Desember 2015
Belajar Ngeblog dari Mengikuti LBI
Belajar
Ngeblog dari mengikuti LBI
Perlu diketahui,
saya benar-benar tidak mengira bahwa saya bisa dianggap sebagai peserta LBI. Saya
masih sangat kurang yakin dengan blog yang saya punya. Udah blog gratis,
tampilannya masih kurang memadai. Dan inilah yang membuat saya bahagia, bahwa
walaupun blog saya ini terasa kurang memadai, tapi masih bisa “layak” ikut
dalam kontes Liga Blogger Indonesia (LBI) ini. Terimakasih LBI.
Robo'-robo' di Sungai Kakap
Tulisan ini dilatar belakangi pada bentuk dari keberukunan antar etnis di Sungai kakap. fokus tulisan ini melihat bagaimana keberagaman antar etnis seperti pada etnis Bugis, Melayu dan Tionghoa pada acara tradisi Robo’-robo yang dilaksanakan pada setiap tahunnya pada bulan Syafar. Indonesia sebagai suatu negara yang berdiri di atas keanekaragaman budaya yang berdemensi pada multikulturalisme pembangunan bangsa.
Jumat, 04 Desember 2015
Ketika Ikan keluar dari Tanah
Ku kira apa yang menggit dan mencabit-cabit tubuh ku. Terasa sakit
sekali sengatannya. Hampir sekujur tubuhku terasa sakit sekali, hingga
tak sanggup utk bergerak lagi. Meronta. Ku paksakan diri untuk bangkit.
Akhirnya aku beranjak dari kamar tidur, bayangkan, apa yang aku lihat
disekitar kamar tidurku? Aku melihat banyaknya semut-semut
di sekitar kamar ku, dan semut itu hinggap di tubuh ku. Dari semut
yang kecil hingga yang paling besar. Bukan saja semut, tetapi semacam
lintah dan cacing juga banyak.
Kamis, 03 Desember 2015
Poros Maritim Dunia
Kejayaan maritim Nusantara mulai terhapus dengan masuknya penjajahan Barat yang tidak mengehendaki Indonesia tumbuh sebagai negara kepulauan yang kuat. Sejak awal tarikh Masehi, laut Nusantara telah diramaikan oleh kapal-kapal dari berbagai penjuru dunia. Jaringan pelayaran Nusantara terbentuk karena perdagangan rempah-rempah yang mempunyai daerah pemasaran luas seluruh dunia. Namun hal ini tidak menjamin terbentuknya budaya maritim secara berkelanjutan dalam masyarakat Indonesia.
Paling Banyak Dibaca
-
Ini adalah cerita tentang bagaimana pengalaman saya nonton film. Saya nonton bukan hanya di TV atau bioskop tetapi banyak situs-situs film...
-
Agak berat pembahasan kali ini, tapi setidaknya saya bisa berbagi tentang berbagai hal yang bisa saya ketahui. Terutama pada bidang filsafa...
-
Siang tadi saya ditelpon oleh seorang sahabat agar saya harus datang juga segera di kampus. Saya mengiyakan dan akan datang di kampus. s...
-
Deretan film-film nasional Indonesia yang pernah syuting di Kalbar. Ada beberapa film yang pernah syuting di Kalbar dan ada juga yang men...
-
Sebagaimana yang diketahui bahwa memajukan kesejahteraan umum merupakan salah satu tujuan nasional negara Republik Indonesia. Tujuan u...
-
Nenek moyang bangsa Nusantara telah memahami, menghayati arti dan kegunaan laut sebagai sarana untuk menjalin berbagai kepentingan ant...
-
Pontianak adalah ibukota provinsi Kalimantan Barat , Indonesia . Kota ini dikenal sebagai Kota Khatulistiwa karena dilalui garis k...
-
Akhir-akhir ini saya dapati berbagai macam pesan yang masuk di HP saya. Baik itu di WA, SMS, chat di facebook, dan juga di twiter saya. ...
Halo nama saya Rahmat Menong. Suka Menulis. Twiter: @RahmatSPL. Email: firdausrahmat727@gmail.com. Diberdayakan oleh Blogger.



