Minggu, 20 November 2016

Gadis Berjilbab Hitam

Gadis Berjilbab Hitam
Oleh : Rahmat Menong

Siang tadi aku ditelepon oleh seorang sahabat  agar aku harus datang juga segera di kampus. Ya, hari ini ada administrasi kampus yang harus diselesaikan segera. Karena bila tidak hari ini dikerjakan, maka terlambat sudah untuk membuat perencaan kuliah. Itu adalah KRS atau lebih dikenal dengan sebutan Kartu Rencana Studi (KRS),  karena hari ini terakhir, maka aku harus buat. Sebenarnya aku dan kawan-kawan udah kelar ngurusnya, tapi dikarenakan ada kebijakan baru, maka mau tidak mau kami harus mengubah KRS kami tersebut.

 Foto disini
Aku mengiyakan dan akan segera datang di kampus. Sesampainya di kampus, aku dan kawan-kawan juga pada sibuk pada urusan yang sangat penting di hari itu. Begitu menyebalkan, kenapa tidak dari kemaren-kemaren coba. Kenapa harus hari ini yang merupakan hari terakhir ngurusnya. Kalo sedari kemaren, mungkin kami tidak harus tergopoh-gopoh seperti ini. Tapi aku sangat bersyukur, berkat kebijakan yang seperti ini aku bisa mengambil satu mata kuliah yang diulang. Ya, kebijakan ini memang khusus bagi mahasiswa yang akan mengulang di mata kuliah yang akan diulang.

Setelah urus sana sini dan menyelesaikan segalanya yang berhubungan dengan KRS. Ya, alhamdulillah udah selesai, dan tinggal minta tanda tangan dosen lagi, setelah itu beres res res. Pulang. Di rumah akan banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan.

Belum juga aku masuk diruangan dosen, ternyata di dalam ruangannya begitu banyak mahasiswa-mahasiswa yang juga sedang menunggu dosen tersebut. Setelah mendapat informasi, ternyata dosen yang kami tunggu ini sedang ada tamu dan dengan senang hati seperti biasanya aku harus menunggu dosen tersebut. Aku berdiri ditengah-tengah ruangan dosen.

Disaat menunggu dosen untuk meminta tanda tangan, aku dan kawan-kawan yang lain serta beberapa kawan mahasiswa yang tidak ku kenalin juga rame menunggu. Tujuan kami sama, yaitu bertemu dengan sang dosen, tetapi tujuannya tentu ada yang berbeda. Kalo aku dan kawan kelas, jelas, yaitu minta tanda tangan dosen.

Disaat yang bersamaan, tepat dihadapan ku. Seorang gadis yang mengenakan baju putih dan dan celana hitam. Serta dengan jilbab hitamnya. Dia menatapku dengan senyum dan tersipu malu. Aku tahu dia juga menunggu sang dosen. Ya, kami sama-sama menunggu dosen tersebut.

Gadis itu kemudian bertanya santai kepadaku. Perkiraanku, gadis ini mahasiswa baru di kampusku, tapi setelah aku tanyai lebih lanjut, ternyata dia adik semester lebih dua tahun dari ku. Ya, bisa dibilang aku senior dan dia juniorku. Tentunya kami juga berada di jurusan yang sama pula. Hihi.

Abang disini mau apa?” Tanya dia.
 “Oh, ini lagi nunggu pak dosen itu
 “Oh kalo begitu sama dong Bang
 “Iya, emang adik disini, juga mau apa?”
Ini lagi mau ngurus surat berkas-berkas cuti kuliah Bang
Loh kok cuti? Kenapa harus cuti dek? Tanyaku penasaran.
Iya Bang, lagian kitakan terlambat bayar daftar ulang dan lagian pula daftar ulangnya pun sudah ditutup. Saya ingin kerja dulu. Nanti kalo ada uang, InsyaAllah saya bakalan lanjut kuliah lagi”. Jawabnya dengan polos.
Tapi beneran mau cuti? Apa tidak menyesal, banyak loh orang-orang pada menyesal karena mereka berhenti kuliah. Walaupun mereka udah kaya”.
Adik saya banyak Bang, dan saya merupakan anak tertua di keluarga. Dan lagian pula, orang tua saya sudah tua. Malah adik-adik sekolah semua. Mosok saya juga harus membebani orang tua!”.
 “Hmm, ngomong-ngomong kenapa gak daftar beasiswa?” .
 “Belum pernah Bang. Abang sendiri gimana, apakah pernah dapat beasiswa?”
Oh. Belum pernah dapet dik. Hehe. Emang biasalah, ada orang yang orang tuanya mampu untuk menyekolahkan anaknya tinggi-tinggi, eh malah anaknya yang bertingkah. Juga berapa banyak teman-teman kita yang ingin belajar dan juga ingin merasakan seperti kita. Tapi mereka tidak merasakan kesempatan itu. bersyukurlah bagi yang pernah merasakan masa-masa seperti ini. Walaupun ada orang yang beranggapan bahwa pendidikan itu tidak penting”.
“Iya Bang, tapi kalo ngomong-ngomong tentang beasiswa. Abang tahu banyak ya?
“Kan banyak tiap tahunnya info beasiswa. Tinggal kita aja yang aktif cari info. Coba dulu deh berusaha, supaya tidak cuti kuliahnya. Kuliah itukan kesempatan yang tak berharga, kalo mau kerja mah, tak akan ada habisnya. Dimanapun kita bisa bekerja”.
Tapi tekat saya sudah bulat bang, saya ingin cuti kuliah dulu dan kerja selama cuti kuliah dan nanti kalo ada uang saya mau lanjut kuliah lagi”.

Disaat yang bersamaan. Ternyata bukan hanya aku saja, yang tidak mampu untuk daftar ulang. Walaupun masih bisa aku atasi, yakni dengan meminjam uang buat daftar ulang dan sampai saat ini hutang itu belum sempat terbayar. Mudah-mudahan aku punya rejeki yang banyak untuk bayar hutang. Kemaren, aku hampir saja di drout out dari kampus. karena di kampus kami, bagi yang terlambat atau tidak membayar biaya semester kuliahnya, maka mahasiswa yang bersangkutan dianggap sedang cuti.

Tentunya setiap mahasiswa punya alasan tersendiri untuk berhenti kuliah. Ada yang sudah bosan, ada yang karena patah hati, galau. Tapi tidak untuk gadis berjilbab hitam ini. Dia ingin sekali melanjutkan kuliahnya, belajar bersama teman-teman, meraih cita setinggi langit dan menggapai segala mimpi dari pendidikannya. Makanya, setelah bekerja dan banyak dapat uang, dia pasti akan melanjutkan pendidikannya di kampus kami tercinta ini.

Aku pun berpikir sejenak. Terkadang kita harus banyak mendengar dan melihat di sekitar kita. Ya, mendengarkan cerita orang-orang disekitar kita. Melihat orang yang dibawa. Sesekali lihatlah pasir dan berhentilah sejenak melihat awan. Agar kita tahu, ternyata masalah hidup bukan hanya kita saja. Ternyata banyak diluar yang perlu kita ambil hikmahnya. Lihatlah orang yang lebih parah dari kita, maka syukur akan menghampiri.

Nah, buat kalian yang selalu mengeluh capek karena tugas kuliah, capek karena harus bolak balik ke perpustakaan, capek karena hidup, galau karena putus pacaran hingga ingin berhenti kuliah. Setidaknya cerita ini bisa kita jadikan renungan. Ya, walaupun ceritanya sedikit tidak kalian pahami. Tapi hanya ini yang bisa aku lakukan. Aku belum punya uang yang banyak buat ngebantu sesama. Aku nulis aja dulu ya.

Percakapan pun berhenti untuk selama-lamanya, manakala, ada teman disampingku mengajak bicara. Diapun langsung menghilang dan satu yang aku sesali adalah menanyai siapakah namanya si gerangan gadis tersebut. Hingga tulisan ini dibuat, aku tak tahu siapa nama gerangan adik kelas tersebut. Yang ku tahu dia adalah gadis berjilbab hitam.

Suasana sore dengan hujan deras yang menyelimuti kampus. membuatku mengerti. Bahwa ini hidup ini harus bersyukur dan bersyukur.  Bersyukurlah Sahabat.


Pontianak Post, 1 Mei 2016






Share: 

7 komentar:

  1. Dalam hidup, ada yang jauh lebih melelahkan dibanding bolak-balik ke perpustakaan. :)

    BalasHapus
  2. Setuju. Hidup memang harus disyukuri. Napas juga termasuk rezeki.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bersyukur, maka nikmat akan bertambah..

      Hapus
  3. Kalau rajin bersyukur, hidup pasti akan bahagia.

    BalasHapus
  4. Become a Master with ROYALQQ.

    ROYALQQ memberikan BUKTI bukan JANJI.

    200% FAIR PLAY | 200% PLAYER vs PLAYER

    PROSES DEPOSIT DAN WITHDRAW CEPAT HANYA 1 MENIT!
    MINIMAL DEPOSIT 15.000
    BONUS TURNOVER 0.5% [EVERYDAY!]
    BONUS REFFERAL 20% [SEUMUR HIDUP!]

    Kami menyediakan 7 HOT GAMES Terpopuler dalam 1 ID.
    -DOMINO | -BANDARQ | -BANDARPOKER | -POKER | -CAPSA | -ADUQ | -SAKONG ONLINE

    Rasakan bedanya bermain di ROYALQQ.

    REGISTER FREE : https://goo.gl/s7NzNZ

    Contact Us :
    Call : +855 8771 3624
    BBM : 2B68D666

    BalasHapus

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda