Minggu, 12 April 2015

Bersahabat Dengan Orang Cina Di Sepok Laut


Dalam persahabatan memang dibutuhkan yang namanya saling mengerti dan bersahabat itu tak harus saling membeda-bedakan baik itu suku maupun agama sekalipun karena di dunia hidup manusia itu pasti memerlukan bantuan orang lain sebab kita adalah makhluk sosial yang selalu membutuhkan satu sama lainnya. Oleh karena itu sebagai makhluk sosial kita harus hidup rukun dan damai antar sesama manusia. Indonesia yang kaya akan budaya, suku, dan memiliki beragam bahasa daerah masing-masing sudah sepatutnyalah kita saling toleran dalam berhidup berbangsa dan bernegara. Untuk itu, sebagian persahabatan yang telah lama kita jalin sebaiknya dirawat sebaik mungkin.
Share: 

Kamis, 09 April 2015

Sabtu, 07 Maret 2015

Budaya Ulang Tahun

Sebuah tulisan yang kubuat pada hari ini adalah mengenai tentang rentang usiaku sebenarnya. Menurut orang tuaku, aku dilahirkan pada tanggal 17 mei 1993 sedangkan di ijazah tercatat 17 Mei 1992. Sungguh sebuah kesalahan yang fatal, apabila terjadi kesalahan pada saat penulisan tanggal dan tahun lahir. Tapi adalah sebuah masa lalu yang tak perlu dipermasalahkan dan bagiku, itu sama saja, kan selisihnya hanya satu tahun, jadi tak mengapa kan.
Share: 

Kamis, 19 Februari 2015

Ekonomi Etnik

Oleh : Rahmat

Beberapa hal yang  menyangkut tentang perekonomian terutama pengusaha yang berhasil dalam menekuni bidang usahanya suatu masyarakat tidaklah terlepas dari riwayat dan perjalannya. Saya akan menjelaskan hasil wawancara saya kepada seorang salah satu pengusaha di kota pontianak. Beliau adalah keturunan suku Sunda yang lahir di kota Pontianak. 


Share: 

Selasa, 17 Februari 2015

Pontianak Sebagai Kota Muslim

 Pontianak adalah kota Islam 


Di awal berdirinya kota atau kesultanan Pontianak, ciri ke-Islamannya sangat menonjol. Ciri tersebut adalah dibangunnya pemukiman, sebelum selanjutnya dijadikan pusat pemerintahan kota Pontianak. Namun, perkembangan pusat pemerintahan kesultanan Pontianak, yang berlokasi di daerah delta pertemuan sungai Kapuas dan Sungai Landak agak tertinggal dibandingkan dengan daerah yang dikembangkan oleh pemerintahan Belanda yang berlokasi di seberang sungai Kapuas (sekarang Pontianak selatan, Pontianak Kota dan Pontianak Barat). Belanda masuk ke Pontianak hanya berselang dua tahun dari pendirian kota Pontianak (1771).
Share: 

Senin, 16 Februari 2015

Kitab Berladang

Potret Islam hybrid Pada Suku Asli Masyarakat Pedalaman Kalimantan Barat
Ketika saya mengikuti pertemuan di Club Menulis IAIN Pontianak. Pertemuan biasa di club setiap minggunya. Pada saat itu, pak Dr Yusriadi sedang memberikan ilmu dan pemaparannya tentang kiat-kiat menulis buku yang baik dan bermanfaat. Ketika Itu, saya mendapati banyak buku sekardus disamping bawah kursi saya. Spontanitas saya ambil buku itu. Dan bukunya saya buka dan langsung saya baca.

Sebenarnya buku ini tidak untuk dibagikan karena buku ini akan diberikan pada orang yang akan berkunjung di kampus IAIN Pontianak nanti. Tapi sudah terlanjur saya buka dan di pegang, kata Pak Yus: "ya sudah tak mengapa, itu rezeki kamu Mat". Beliau memberikan pada saya buku ini. "Alhamdulillah makasih ya Pak". Buku yang di tulis oleh Pak Faisal Amin ini menggambarkan tentang isi kitab berladang yang diterbitkan oleh STAIN Press tahun 2013 dengan tebal 175 halaman.
Share: