Kamis, 06 Juli 2017

Konspirasi Dibalik Lebel Jomblo

Jujur  saja, saya adalah orang yang bosan dengan lolucon jomblo yang diulang-ulang. Setiap saya lihat lelucon tentang jomblo, saya merasa semua mulai berlebihan. Jomblo seolah dianggap kelas dua. Padahal kenyataannya, yang pacaran tidak jauh lebih bahagia dari jomblo. Saya curiga kalau sebenarnya ada konspirasi dibalik logika semua jomblo pasti ngenes.

Hmm mungkin ada sekolompok orang yang sengaja mendiskriditkan jomblo agar mereka pengen pacaran, lalu membelanjakan uangnya, lalu mentraktir pacar-pacarnya, lalu jalan berduaan, lalu ngabisin uangnya. Disini saya mencium adanya konspirasi para kapitalis.

Saya ingin melawan isu mengenaskan kaum jomblo dengan sebuah opini tentang betapa tidak pentingnya pacaran. Ya, pacaran itu tidak penting. Untuk lebih jelasnya, ada baiknya kita ketahui defenisi pacaran itu apa. Kalau menurut Wikipedia, “Pacaran merupakan proses perkenalan dua insane manusia yang biasanya berada dalam rangkaian tahap pencarian kecocokan menuju kehidupan keluarga yang dikenal dengan pernikahan”.

Nah pertanyaannya, kalau kita masih SMA atau SMP, apakah pernikahan udah menjadi tujuan? Terus kalau buat nikah buat apa dong? Cuma senang-senang? Biar dibilang gaul? Biar dibilang keren? Biar bangga? Kebanggaan seperti apa yang kita dapatkan dari punya pacar? Tapi uang pulsa masih merengek sama orang tua.

Okelah kalau kita udah bisa ngasilin duit sendiri. Tapi bukankah masih banyak hal penting yang bisa dilakukan buat mempersiapkan masa depan. Belum lagi resiko dikhianati, ditinggal bahkan dicampakan.
Ha, bilang saja yang nulis ini tidak laku!

Nah yang seperti ini nih pasti ada saja orang yang komen. Gini sob, buat saya lebih baik tidak laku ketimbang saya sok-sok pacaran biar dianggap laku. Tapi saya tidak tahu setelah itu saya harus ngapain. 

Keren dan terlihat keren itu berbeda. Terlihat keren itu palsu. Kayaknya keren padahal tidak. Yang pacaran juga banyak yang gitu, terlihat bahagia padahal tidak. Saya tidak anti sama orang yang pacaran. Tapi saya anti sama orang yang menganggap jomblo adalah kesalahan.

Tiap orang punya pilihan hidup masing-masing. Kalau pilihan kita mau dihargai, maka hargailah pilihan orang lain.

Share: 

0 komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda