Rabu, 19 April 2017

Untuk Apa Saya Peduli Pilkada Jakarta?

Saya buka twiter hari ini, ternyata top trendingnya adalah tentang pilkada di Jakarta yang paling utama, kemudian disusul oleh beberapa hal yang terkait juga. Kalo membahas tentang pilkada di Jakarta itu tidak ada habisnya, saya yang berdomisili di kota Pontianak ini melihat dan menyaksikan dengan kepala sendiri, hebohnya minta ampun hal yang bernama pilkada DKI Jakarta itu.

Bukan mau sok-sok-an ataupun menyindir, tapi saya hanya mau menyampaikan pesan pada pembaca sekalian, terutama untuk kita yang tinggal di luar Jakarta. Bukan apa, permasalahan di daerah masing-masing kita saja belum selesai dan banyak, ini malah ikut-ikutan ngomongin pilkada. Apalagi oknum-oknum yang suka bermain SARA.

Saya baca di halaman facebooknya Bang Tere Liye, hari ini tanggal 19 April 2017, ia menulis status yang membuat saya sangat penasaran untuk membacanya. Berikut saya copas tulisannya di blog ini, sebab, beliau juga menganjurkan untuk share tulisan ini. Ya, saya share aja di blog saya ini, he.

Berikut tulisannya yang saya copas dibawah ini.:

*Analisis Penyebab Kekalahan Gubernur Petahana Jakarta
Saya ditanya banyak orang tentang hasil pilkada putaran 2 Jakarta ini.
“Bang Tere, kenapa petahana kalah? Padahal didukung oleh parpol pemenang, didukung ratusan artis, selebritis, yg terang2an memposting dukungan di medsos, didukung pemerintah berkuasa, didukung media, didukung banyak sekali pihak, tapi ternyata, justeru calon yang adalah pecatan Menteri yg ternyata menang? Apa yang terjadi? Bang Tere mungkin punya analisis-nya?”
Awalnya saya hendak menjawab pertanyaan ini secara personal, tapi setelah dipikir2, mungkin akan jadi catatan sejarah menarik 10-20 tahun lagi. Jadi ijinkan sy jawab melalui sebuah postingan di page saja, biar dibaca banyak orang.
Kenapa Petahana DKI kalah? 
Setelah menganalisis banyak faktor, setelah melihat belasan variabel, dilihat secara komprehensif, maka jawabannya adalah: karena suara yang dia peroleh lebih sedikit dibanding calon yang menang. Itulah kenapa dia kalah.
Kurang lebih begitu. Inilah analisis paling mantap yang bisa sy berikan.
*siapa suruh kalian bacanya serius. 
**Tere Liye
***Eh, kalau kalian kesal karena bacanya, dishare saja tulisannya, biar yg lain juga ikutan kesal. :) Mulai malam ini, berhenti bertengkar di medsos gara2 pilkada jakarta. Mending lucu2an saja, biar silaturahminya disambung lagi.

Saya tak kan membahas ini panjang lebar. Biarlah semua itu terjadi adanya, bukan apa-apa adanya. Ini Indonesia dengan umat Muslim terbesar di dunia serta Negara yang diakui oleh bangsa lain sebagai bangsa berdemokrasi terbesar di dunia.

Belum lagi tingkat pertumbuhan penduduk yang ternyata semakin hari semakin membludak, membuat Negara ini juga dijuluki sebagai penduduk terbesar di dunia.

Lagi-lagi Indonesia dijuluki hal yang demikian, belum lagi dengan SDA kita yang sangat berlimpah. Alam yang sangat indah serta SDM nya juga sangat baik dan kehebatan orang Indonesia pun sudah diakui dunia. Serta penduduknya sangat ramah.

Kita ini harus bangga sebagai bangsa yang besar. Bangsa Indonesia Raya. Indonesia merdeka.
Share: 

0 komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda