Jumat, 24 Maret 2017

Kini Saya Jadi Sarjana

Hai, sudah lama banget saya tidak ngepos tulisan di blog saya ini.  Maaf, dikarenakan sedang sibuk di bulan-bulan ini. Adapun kesibukan yang saya maksud adalah saya harus memfokuskan diri untuk menyelesaikan tulisan skripsi saya. Skripsi sebagai momok? Eh, saya rasa tidak juga. Jujur loh, nulis skripsi itu sangat mengasyikan. Beruntunglah bagi mereka yang pernah merasakan asyiknya saat-saat menulis skripsi itu.

Akhirnya selesai juga menempuh pendidikan S1 dengan jangka lima tahun
“Hari ini tanggal 23 Maret 2017 akan dilaksanakan sidang skripsi dan perkenalkan nama saya Rahmat. Terima kasih kepada tim penguji karena sudah memberikan kesempatan pada saya untuk mempresentasikan hasil penelitian saya”. Eh, itu cuplikan presentasi yang saya konsep tiga hari sebelum ujian sidang skripsi.

Setelah mengucapkan salam kepada tim penguji dan bersyukur kepada Allah SWT serta sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW. Saya pun langsung mempresentasikan hasil penelitian saya kepada tim penguji. Sebut saja nama-nama orang ini adalah Dr. Muhammad Syaifullah, M.Si yang bertindak sebagai Ketua Penguji Bapak Segu, MA yang bertindak sebagai Anggota Penguji selanjutnya bapak Dr. Ismail Ruslan, M.Si sebagai Pembimbing Utama Merangkap Sekretaris dan yang terakhir adalah Drs. Maladi Noor, MA yang bertindak sebagai Pembimbing pendamping saya.

Walaupun jujur saya rasakan memang telat banget lulusnya, tapi saya percaya tak ada terlambat untuk meraih gelar Sarjana Ekonomi Islam. Dan akhirnya, saya pun resmi punya titel Rahmat SE. Banyak faktor yang membuat saya telat lulusnya. Alasan yang utama adalah tentang masalah keuangan.

Di awal-awal pertama masuk kuliah di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pontianak yang saat ini telah menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, dengan jurusan yang saya pilih adalah jurusan Ekonomi Islam di Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam. Resmi berstatus sebagai mahasiswa pada tahun 2012 silam.

Berbagai pengalaman yang saya dapati dari  menimba ilmu di kampus biru ini. Sebut saja di awal masuk ada Orientasi Pengalaman Akademik (OPAK) 2012.

OPAK 2012
Kemudian kemudian yang tak kalah serunya adalah pengalaman mengikuti Pekan Bakti Mahasiswa (PBM) 2013 selama satu minggu di Sungai Pogo` Kabupaten Landak, Kalbar.




Sesudah PBM, di semester enam saya dan mahasiswa lainnya diwajibkan mengikuti Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Dusun Perigi Nyatu` Desa Matang Danau, Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas yang merupakan kecamatan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Malayasia. Dan ini, pengalaman saya ditahun 2015.

Ketika akan berangkat untuk memperingat HUT Kemerdekaan RI 2015 silam
Selanjutnya yang tak kalah serunya adalah di semester enam itu ada masa-masa Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) dan tentunya, untuk lokasi atau tempat KKL ini, uniknya ditentukan oleh masing-masing individu mahasiswa. Dan saya pilih sendiri Baznas Kalbar.



Setelah mengikuti program yang diwajibkan kampus, yaitu OPAK, PBM, KKL dan PPL, ternyata program pelatihan-pelatihan wajib lainnya begitu banyak yang tak saya sebutkan.

Pengalaman berorganisasi saya? Dimulai dari HMI, KAMMI, KSEI IAIN Pontianak, dan yang paling lama itu di Club Menulis IAIN Pontianak. Di Club inilah, organisasi yang paling lama saya ikuti.

Belum lagi beberapa pengalaman lomba menulis yang pernah saya ikuti. Baik tingkat lokal, maupun nasional. Terimakasih untuk semua yang telah berkontribusi bagi prestasi saya. Kedua orangtua, guru, dosen, serta teman-teman seperjuangan. Terimakasih tak terhingga. Semoga, kita selalu di dalam lindungan Allah SWT. Terima kasih juga untuk kalian yang telah membaca tulisan saya ini.

Share: 

2 komentar:

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda